KOTA PAYAKUMBUH, BALAIWARTAWAN.COM — Rencana pembangunan gerbang selamat datang oleh Pemerintah Kota Payakumbuh di kawasan Ngalau, Kelurahan Balai Panjang, telah menimbulkan kontroversi di masyarakat adat Nagari Limbukan. Pembangunan yang dimulai pada 23 Mei 2025 dihadiri oleh berbagai tokoh pemerintahan.
Wakil Wali Kota menegaskan gerbang ini bukan batas administratif, melainkan sebagai simbol penyambutan ke kota tersebut.
Namun, Rajo Nagari Limbukan, Yanuar Ghazali, S.E., meradang dan menolak pembangunan ini, mengklaim bahwa bisa menyebabkan kesalahpahaman batas wilayah dan potensi konflik. Ia merujuk pada kesepakatan batas kota yang ada.
Selanjutnya Rajo Nagari Limbukan Yanuar Ghazali, S.E., beliau juga Ketua DPC Partai PDI Perjuangan Kota Payakumbuh sampai saat ini menyatakan, Menolak tegas, Tentang Pembangunan Tugu Selamat Datang ” yang masih didalam wilayah kota beliau tidak anti Pati dengan kebijakan pemko tapi tempat kan sesuai batas yang ada mengaju kesepakatan 12 November tahun 1970,” Ucap Rajo Limbukan Yanuar.
Rajo Limbukan Yanuar Ghazali SE mengatakan, “Seharusnya pihak pemko Payakumbuh membangun sesuai kesepakatan dan perjanjian pada 12 November tahun 1970 dalam pembangunan Tugu Selamat Datang dibatas kota antara Kota dan Kabupaten,” Ujarnya.
Serta pahami kultur masyarakat dan budaya dalam sebelum mengambil kesimpulan atau kesepakatan, jangan hilangkan BARIHBALOBEH Nagari Limbukan, “Kata Rajo Nagari Limbukan Yanuar Ghazali.
Dia mengingatkan agar Pemko Payakumbuh tidak hanya mengejar Program 100 Hari dengan cara yang merugikan kesepakatan adat. Beberapa tokoh lain menyarankan agar gerbang dibangun di lokasi lama yang telah roboh.
Di sisi lain, dukungan juga datang dari niniak mamak Nagari Balai Panjang, yang menyarankan lokasi pembangunan yang lebih sesuai. Mantan Wakil Bupati Limapuluh Kota juga mengingatkan pentingnya melibatkan semua pihak dan membuat nota kesepahaman agar tidak ada kesalahpahaman di masa mendatang.
Pembangunan infrastruktur yang berkaitan dengan simbol wilayah harus direncanakan dengan baik dan melibatkan masyarakat untuk menjaga harmoni.
(**)






