“Janji ka Janji Pemda”, Tokoh Masyarakat Soroti Jalan Rusak di Kampung Kerupuk Singkong Terbesar 50 Kota

Limapuluh Kota Balaiwartawan.com– Kondisi jalan yang semakin memprihatinkan di Jorong Tanjuang Simantuang, Kecamatan Situjuah Gadang, Kabupaten Lima Puluh Kota, kembali menjadi sorotan. Kali ini, suara kekesalan disuarakan oleh Zondra Madris, seorang tokoh masyarakat S7 Gadang, bersama dengan Kepala Jorong, Arwin Syaf, mengangkat kembali masalah yang telah berlangsung lebih dari 10 tahun ini tanpa ada solusi yang pasti.

“Miris sekali… Kampung kami ini adalah penghasil kerupuk singkong terbesar di Kabupaten Lima Puluh Kota, namun kondisi jalannya justru sangat memprihatinkan. Sudah lebih dari 10 tahun lamanya, kami terus-menerus dijanjikan perbaikan jalan oleh Pemerintah Daerah, tetapi sampai saat ini tidak ada satupun realisasinya yang terlihat,” ujar Zondra Madris Senin, (29/12/25).

Jalan yang menjadi pusat perhatian ini memiliki panjang sekitar 1,5 kilometer dan hanya berjarak 10 kilometer dari pusat Kota Payakumbuh lokasi yang tidak terlalu jauh, namun aksesnya terasa sangat sulit karena kondisi yang rusak parah. Jalan ini bukan hanya sekadar jalur tempuh biasa, melainkan memiliki peran vital bagi perekonomian masyarakat Jorong Tanjuang Simantuang. Akses ini merupakan jalur utama yang digunakan warga untuk mengangkut hasil bumi dari ladang, termasuk singkong yang menjadi bahan baku utama produksi kerupuk komoditas yang menjadi sumber penghidupan sebagian besar masyarakat Jorong tersebut.

“Jika kondisi jalan terus seperti ini, rusak dan penuh lubang, biaya transportasi yang harus dibayar warga akan semakin mahal. Bahkan, waktu tempuh untuk membawa hasil bumi ke pasar juga akan semakin lama, sehingga kualitas barang yang dikirim bisa menurun dan harga jual menjadi tidak kompetitif,” ujar Zondra Madris.

Zondra Madris dan Kepala Jorong Arwin Syaf menyampaikan apresiasi mendalam atas semangat gotong royong yang luar biasa dari masyarakat setempat. Masyarakat tidak mau hanya diam dan menunggu janji yang tidak pernah terpenuhi mereka berinisiatif sendiri untuk memperbaiki jalan dengan menggunakan dana patungan yang dikumpulkan dari masing-masing rumah tangga dan tenaga sukarela yang disumbangkan secara bebas.

“Masyarakat saling bahu membahu, mengumpulkan dana seribu demi seribu rupiah untuk membiayai perbaikan jalan ini. Semua dilakukan dengan sukarela, agar setidaknya kita bisa memiliki akses yang layak untuk beraktivitas sehari-hari, meskipun perbaikan ini hanya sementara,” tutur Zondra Madris

Tanpa mengurangi apresiasi terhadap upaya masyarakat, Zondra Madris tetap menekankan bahwa perbaikan sementara melalui gotong royong tidak bisa menggantikan peran Pemerintah Daerah yang seharusnya memberikan solusi permanen. Ia berharap Pemerintah Daerah segera mengambil tindakan nyata untuk memperbaiki jalan tersebut secara menyeluruh dan permanen, bukan hanya memberikan janji yang hampa. Selain itu, Zondra Madris juga mengingatkan Fajar Rillah Vesky anggota DPRD 50 Kota supaya menyuarakan kepentingan masyarakat S7 Gadang di Bukik Limau.

“Kami tidak ingin terus menerus menerima janji palsu dari Pemerintah Daerah. Kami menuntut bukti nyata bukti bahwa mereka sungguh-sungguh peduli dengan kondisi masyarakat dan siap mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan masalah ini,” tegas Zondra Madris.

 

(Agus Suprianto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *