Limapuluh Kota, Balaiwartawan.com – Spirit spiritualitas dan kepedulian sosial menyatu dalam kunjungan lintas provinsi yang dilakukan oleh Gerakan Solat Subuh Berjamaah (GSSB) Provinsi Riau ke Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota. Sumatra Barat. Minggu, (18/1/26)
Agenda yang berlangsung khidmat ini mengusung misi besar yang memadukan dakwah Islamiyah dengan aksi kemanusiaan nyata bagi warga yang tengah diuji musibah bencana alam beberapa bulan yang lalu.
Rombongan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan membawa tokoh-tokoh berpengaruh dari Bumi Lancang Kuning. Hadir langsung rombongan GSSB, Ketua Dewan Penasehat GSSB Riau yang juga Gubernur Riau Periode (2019-2024), Brigjen TNI (Purn) H. Edy Natar Nasution. Turut hadir, Kasdam XIX Tuanku Tambusai, Brigjen TNI H. Rudi Hermawan Ketua GSSB Riau Zulhusni Domo, Anggota DPRD Kota Pekan Baru Aidil Nur Putra, serta jajaran staf Kodam XIX Tuanku Tambusai dan Dandim 0306/50 Kota Bukit Barisan Letkol Inf Ucok Numara.
Kedatangan rombongan di nagari bersejarah ini disambut hangat dengan penuh rasa kekeluargaan oleh Anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota Dodi Arestu, Wali Nagari Nagari, tokoh masyarakat, Niniak Mamak, Alim Ulama, dan masyarakat setempat.
Fajar di Nagari Koto Tinggi terasa berbeda saat rombongan bersama masyarakat melaksanakan salat subuh berjamaah di Masjid Raya Koto Tinggi. Usai ibadah yang khusyuk, suasana keakraban semakin kental saat seluruh rombongan duduk dalam jamuan sarapan bersama masyarakat. Inilah potret nyata persaudaraan antara Kasdam Tuanku Tambusai Riau dan masyarakat Nagari Koto Tinggi.
Sebagai bentuk kepedulian nyata, GSSB Riau dan Kasdam XIX Tuanku Tambusai menyerahkan bantuan sosial dengan total nilai Rp45.500.000,- rupiah. Bantuan tersebut dikemas dalam 91 amplop, di mana masing-masing penerima mendapatkan Rp500.000 untuk membantu meringankan beban ekonomi pascamusibah.
Brigjen TNI (Purn) H. Edy Natar Nasution, dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar seremonial. “Kami hadir di sini membawa pesan cinta dan empati. Bantuan ini adalah bentuk dakwah bil hal, yakni berdakwah melalui perbuatan nyata. Kami merasakan apa yang warga Koto Tinggi rasakan,” ucap Brigjen Purn Edy.
Beliau juga menambahkan bahwa hubungan emosionalnya dengan daerah ini sangat kuat. “Terlebih, sahabat saya Dodi Arestu yang merupakan putra daerah di sini sering berdiskusi dengan saya. Kami berbagi cerita dalam suka maupun duka, itulah yang menguatkan langkah kami untuk sampai ke sini,” tambahnya.
Senada dengan itu, Kasdam XIX Tuanku Tambusai Brigjen TNI H. Rudi Hermawan menitipkan pesan mendalam bagi ketahanan mental masyarakat. Ia menekankan pentingnya menjaga ibadah subuh sebagai fondasi kekuatan dalam menghadapi ujian hidup.
“Mari kita pupuk terus tradisi subuh berjamaah ini. Selain bernilai ibadah tinggi, ini adalah cara kita membangun kesadaran religius bagi generasi masa depan. Kepada masyarakat Koto Tinggi, mari kita bangkit. Setiap musibah pasti membawa hikmah dan pelajaran untuk introspeksi diri. Jangan biarkan kesedihan menyelimuti terlalu lama, karena kita harus melangkah maju,” ujar Brigjen Rudi Hermawan.
Setelah penyerahan bantuan, rombongan meninjau lokasi terdampak bencana serta mengunjungi Hunian Sementara (HUNTARA). Pertemuan tersebut diwarnai dialog hangat antara para jenderal dan pengungsi guna memberikan dorongan moral dalam menghadapi masa sulit.
Perjalanan berlanjut dengan mengenang sejarah ke Monumen PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia). Kunjungan ini seolah membangkitkan memori kolektif bahwa Koto Tinggi adalah wilayah penting yang pernah menjadi jantung pertahanan dan ibu kota darurat Republik Indonesia saat menghadapi agresi militer penjajah.
Sebelum kembali ke Riau, rombongan menyempatkan diri singgah di Nagari Talang Anau untuk menyaksikan keunikan situs budaya “Talempong Batu”, sebuah warisan leluhur berupa batu alam yang dapat mengeluarkan nada musik harmonis.
Dandim 0306/50 Kota, Letkol Inf Ucok Numara, menutup kegiatan dengan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian Kasdam dan rombongan GSSB Riau. “Kehadiran ini adalah suntikan semangat bagi kami dan masyarakat. Semoga aksi mulia ini menjadi pemantik bagi pihak-pihak lain untuk terus peduli pada sesama, sekaligus memperkokoh nilai-nilai religius di tengah masyarakat kita,” pungkasnya.
Kunjungan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara tokoh agama, pejabat pemerintahan, dan instansi militer dapat menciptakan dampak sosial yang luar biasa bagi kesejahteraan masyarakat.
(Agus Suprianto)






