SOLOK, Balaiwartawan.com – Berawal dari sebuah surau sederhana, PAUD Annajmi di Jorong Kapalo Koto, Nagari Saok Laweh, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, tumbuh menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan anak usia dini di tengah masyarakat.
Kisah itu bermula pada 2008. Kala itu, kegiatan belajar mengajar PAUD Annajmi masih berlangsung sederhana di Surau Kapalo Koto. Seiring perjalanan waktu, proses pendidikan berpindah dari satu rumah masyarakat ke rumah lainnya.
Semangat tersebut terus dipertahankan hingga pada 2013 PAUD Annajmi mendapat dukungan melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), termasuk bantuan untuk menunjang kegiatan pendidikan. Setahun kemudian, tepatnya pada 2014, PAUD Annajmi mulai menempati tempat belajar yang lebih permanen.
Perjalanan panjang itu tidak selalu berjalan dengan fasilitas yang memadai. Namun, keterbatasan tidak menyurutkan semangat para pendidik untuk terus memberikan pembelajaran bagi anak-anak di lingkungan setempat.
Kepala PAUD Annajmi, Elpida Yenti Erni, menuturkan bahwa keberadaan lembaga pendidikan tersebut tidak terlepas dari perjuangan para pendidik serta dukungan masyarakat sejak awal berdiri.
“Awalnya tahun 2008 kami belajar di surau, kemudian pindah ke rumah masyarakat. Tahun 2013 mendapatkan bantuan dari PNPM dan pada 2014 PAUD Annajmi mulai berjalan seperti sekarang,” ujar Elpida kepada media, Kamis (10/9/2026).
Menurut Elpida, pendidikan anak usia dini tidak semata-mata mengejar kemampuan akademik. Yang tak kalah penting adalah menanamkan karakter, kemandirian, kreativitas dan kemampuan bersosialisasi sebagai fondasi bagi anak dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar, Elpida didukung tiga tenaga pendidik, yakni Evi Gusri Mawati, Yulianis Mai Dawati, dan Dori Susanti. Saat ini, PAUD Annajmi tercatat memiliki 41 peserta didik dalam Dapodik.
“Pendidikan anak usia dini bukan hanya memberikan materi pembelajaran, tetapi bagaimana kita menanamkan fondasi karakter kepada anak agar menjadi bekal mereka ke depan,” tuturnya.
Ia berharap perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah, pemerintah nagari, masyarakat serta berbagai pihak terus diberikan agar PAUD Annajmi dapat berkembang dan semakin optimal dalam mempersiapkan generasi yang cerdas, mandiri, kreatif dan berkarakter.
Di balik pengabdian panjang tersebut, Elpida juga menyampaikan harapan sederhana. Ia berharap kesejahteraan tenaga pendidik PAUD mendapat perhatian lebih, terutama terkait insentif.
“Mungkin harapan kami tidak banyak, hanya berharap insentif bagi tenaga pendidik bisa lebih ditingkatkan,” ucapnya sembari tersenyum.
Lebih dari sekadar tempat belajar, perjalanan PAUD Annajmi menjadi bukti bahwa pendidikan dapat tumbuh dari kepedulian dan semangat masyarakat. Dari sebuah surau pada 2008, perjuangan itu terus berlanjut hingga hari ini, mendampingi anak-anak tumbuh, belajar dan menatap masa depan. (**)













