Sarilamak, Balaiwartawan.com– Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota menerima bantuan Dana Alokasi Khusus Nonfisik (DAK NF) Tahun 2027 dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI.
Penyerahan bantuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembukaan Festival Literasi Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2026 yang digelar di kawasan Kantor Bupati, Sarilamak, Selasa, (20/10/2026).
Festival yang mengusung tema “Dari Perpustakaan untuk Masyarakat, Menguatkan Literasi, Membangun Nagari” ini dibuka secara resmi oleh Bupati Lima Puluh Kota, Safni Sikumbang, yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Alfian.
Dalam sambutan nya, Bupati Safni menegaskan bahwa festival ini harus menjadi momentum perubahan nyata untuk membangun budaya membaca yang kuat di seluruh nagari, bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan.
“Literasi merupakan fondasi pembangunan masyarakat dan nagari. Perpustakaan harus menjadi pusat pertumbuhan pengetahuan, kreativitas, dan pelestarian budaya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Alfian saat membacakan pesan Bupati.
Pada penutup sambutannya, Alfian juga menyampaikan bahwa saat ini pemerintah daerah tengah mengajukan program ke Perpusnas RI. Program ini dirancang untuk membantu memperkuat literasi guru se-Kabupaten Lima Puluh Kota dalam penerapan program prioritas daerah ‘SAKATO BERJAYA’ di sekolah-sekolah, mulai dari tingkat PAUD/TK Hingga SMP.
Melalui pesan tersebut, Bupati juga menekankan pentingnya redefinisi literasi di era digital. Menurutnya, literasi saat ini tidak boleh lagi dimaknai sebatas kemampuan membaca dan menulis. Masyarakat, terutama generasi muda, dituntut memiliki kecakapan hidup untuk menyaring arus informasi yang cepat, berpikir kritis, serta membedakan informasi yang benar dan keliru.
Selain kecakapan digital, penguatan literasi di Lima Puluh Kota diarahkan untuk berjalan beriringan dengan pelestarian adat dan kearifan lokal Minangkabau. Nilai-nilai luhur dari pendahulu diharapkan tetap terjaga di tengah kemajuan ilmu pengetahuan.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkab Lima Puluh Kota mengajak kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat. Mulai dari lingkungan sekolah, keluarga, pemerintah nagari, pustakawan, pegiat komunitas, tokoh masyarakat, hingga dunia usaha. Keterlibatan lintas sektor ini dinilai krusial agar budaya membaca dapat menjangkau masyarakat hingga ke tingkat nagari terdalam.
Selanjutnya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota, Afri Efendi, melaporkan bahwa festival tahun ini diikuti oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum dari Lima Puluh Kota dan daerah sekitarnya. Selain penyerahan bantuan DAK, panitia juga membagikan hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan literasi.
Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Perpusnas RI Edi Wiyono, unsur Forkopimda, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumbar, Kepala UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta, serta para kepala OPD di lingkungan Pemkab Lima Puluh Kota.(Red).













