Limapuluh Kota, Balaiwartawan.com– Kondisi kualitas udara di Kabupaten 50 Kota yang menurun akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendapat perhatian serius dari jajaran Polres 50 Kota.
Kapolres 50 Kota, AKBP Saiful Wachid, S.H., S.I.K., M.H., mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah pencegahan guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap. Salah satu langkah yang dianjurkan adalah wajib menggunakan masker ketika berada di luar rumah.
“Gunakan masker, batasi aktivitas di luar ruangan, dan tetap jaga kesehatan. Mari bersama-sama menjaga kualitas udara dan melindungi diri serta keluarga dari dampak kabut asap,” ujar AKBP Saiful Wachid.
Ia juga meminta masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga dengan riwayat gangguan pernapasan, untuk mempertimbangkan kembali aktivitas di ruang terbuka jika kondisi udara semakin memburuk.
Selain menjaga diri di luar rumah, masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih agar kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi. Upaya menjaga kualitas udara di dalam rumah juga perlu dilakukan dengan mengurangi masuknya asap dari luar dan tetap memperhatikan sirkulasi udara yang sehat.
Masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila mulai merasakan gejala gangguan pernapasan yang semakin berat, seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, nyeri dada, iritasi tenggorokan, hingga pusing.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Kapolres 50 Kota melalui Kasat Lantas Polres 50 Kota, Iptu Zarwiko Irzal, bersama personel lainnya turun ke jalan untuk membagikan masker secara gratis kepada para pengguna jalan.
Iptu Zarwiko Irzal menjelaskan bahwa aksi ini merespons informasi dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten 50 Kota, Nono Sukri, yang menyatakan bahwa kondisi udara di wilayah 50 Kota saat ini berada pada kategori kurang sehat.
“Menindaklanjuti hal itu, kami dari Satlantas Polres 50 Kota membagikan masker secara langsung kepada masyarakat yang melintasi jalur perbatasan Sumbar–Riau. Pembagian ini menyasar pengendara sepeda motor, pejalan kaki, maupun pengguna kendaraan roda empat,” jelas Iptu Zarwiko. Senin, (7/9/26)
Melalui aksi mengimbau dan berbagi ini, kepedulian bersama dinilai menjadi kunci utama agar dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat dapat diminimalkan selama kualitas udara belum kembali normal.
(Agus Suprianto)













