Limapuluh Kota, Balaiwartawan.com- Kerugian akibat bencana hidrometerologi pada sejumlah nagari di Kabupaten Limapuluh Kota sepanjang pekan lalu, masih dihitung Dinas Pekerjaan Umum setempat. Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang, ikut memantau proses penanganan tanggap darurat bencana alam yang ditetapkan selama 14 hari, terhitung 13 sampai 26 Mei 2026, sesuai SK Bupati Limapuluh Kota Nomor: 300.2.3/169/BUP-LK/V/2026 tanggal 13 Mei 2026.
“Nilai kerugian sedang dihitung Dinas PU. Setelah itu direviu Inspektorat. Baru nanti diajukan ke Badan Keuangan anggaran BTT (Biaya Tak Terduga). Dan setelah itu, pelaksanaan kegiatan,” kata Bupati Safni Sikumbang didampingi Kalaksa BPBD Zaimar Hakim, usai meninjau lokasi bencana alam di Kecamatan Situjuah Limo Nagari, bersama anggota DPRD M. Fajar Rillah Vesky, Jumat siang (22/5/2026).
Dalam kesempatan itu, Bupati Safni Sikumbang tampak didampingi Asisten I Alfian, Kadinsos Indra Suryani, Kabid KL BPBD Ardiman, Camat Situjuah Limo Nagari Ilyendri, Wali Nagari Situjuah Ladang Laweh Mawardi Dt Sinaro Paneh, Pj Wali Nagari Tungkar Syafriwan, dan Pj Wali Nagari Situjuah Batua Emil Dt Rajo Simarajo. Selain mereka, juga ikut mendampingi bupati, Ketua Baznas Ustad Yulius dan komisioner Baznas Edrimal Dt Ulak Cumano.
Bupati Safni mengawali pemantauan penanganan tanggap darurat bencana alam di Kecamatan Situjuah Limo Nagari, dengan mengunjungi lokasi tanah longsor dan amblas di Lokuak Pangorangan, Situjuah Ladang Laweh. Tepatnya di ruas jalan Babupaten Situjuah Ladang Laweh-Batas Kota Tanah Datar yang menurut anggota DPRD M. Fajar Rillah Vesky, kondisinya memang butuh penanganan dan perbaikan serius.
Setelah itu, Bupati Safni meninjau rumah lansia di kawasan Ujuang, Koto Nan Baru, Dalam Nagari, Tungkar, yang nyaris terban dibawa longsor akibat hujan deras. Dimana dalam rumah tersebut tinggal guru SD Erlinda, bersama tiga anaknya yang yatim dan masih usia sekolah. Bupati Safni dan Kadis Sosial Indra Suryani, terenyuh melihat kondisi rumah tersebut dan menyerahkan bantuan dari Dinas Sosial.
Bupati Safni juga meminta Kalaksa BPBD Zaimar Hakim dan Kabid KL BPBD Ardiman, untuk menambah pemasangan pengaman tebing di halaman rumah tersebut. Sekaligus membantu pembersihan sumber air bersih 11 kepala keluarga di kawasan itu yang ikut terdampak longsor dan terendam air banjir, sebagaimana aspirasi yang disampaikan pensiunan guru Wilfanadis dan Mayardis kepada Bupati Safni.
Kemudian, Bupati Safni didampingi Fajar Rillah Vesky , juga sempat menghubungi Satker BWS Sumatera V Saktiawan, melalui telepon seluler Kabid KL BPBD Ardiman, untuk meminta bantuan karung/goni pengaman longsor untuk Kabupaten Limapuluh Kota. Sekaligus meminta lagi bantuan BWS Sumatera V untuk menormalisasi sungai Batang Sandir yang kembali meluap, memutus pipa Pamsimas, merusak areal pertanian, dan lubuk ikan larangan yang dikelola niniak mamak.
Disisi lain, anggota DPRD M. Fajar Rillah Vesky mengapresiasi kehadiran Bupati Safni ke lokasi bencana. Menurut Fajar, saat bencana longsor dan banjir bandang terjadi di Situjuah Limo Nagari, Bupati Safni, Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha, Sekda Herman Azmar dan jajaran pemda, intens berkomunikasi terkait longsor dan kondisi masyarakat. Personel BPBD, Damkar, Satpol PP, Dinas PU juga ikut turun ke lokasi bencana.
“Mewakili masyarakat, kita sampaikan apresiasi kepada Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Forkopimda, dan seluruh jajaran Pemkab Limapuluh Kota yang sudah menetapkan status tanggap darurat benxana. Harapan kita, penanganan tanggap darurat ini, terutama untuk infrastruktur jalan yang rusak di sejumlah ruas dapat dipercepat karena menyangkut dengan hajat hidup orang banyak,” kata Fajar Rillah Vesky. (BW)












