Rapor merah Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota dan Dinas Pemadam Kebakaran  

Limapuluh Kota, Balaiwartawan.com– Peristiwa kebakaran melanda rumah warga di Jorong Palangkitangan, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota pada Sabtu (31/10/2026) subuh sekitar pukul 04.30 WIB, kembali menguliti rapor merah Pemerintah Daerah (Pemda) Lima Puluh Kota dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar).

Peristiwa yang menghanguskan satu unit rumah tersebut memicu kritik tajam dari masyarakat terkait buruknya infrastruktur jalan dan fasilitas komunikasi di wilayah pinggiran.

Wali Nagari Koto Tinggi, Insanul Rijal, membenarkan adanya musibah tersebut saat dikonfirmasi oleh awak media. Ia menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi saat waktu subuh dan tidak menimbulkan korban jiwa.

“Benar ada kebakaran satu unit rumah warga subuh tadi. Kerugian material diperkirakan mencapai 15 juta rupiah. Karena lokasinya yang jauh dan keterbatasan akses, masyarakat terpaksa bergotong royong secara mandiri menyiramkan air dengan peralatan seadanya untuk memadamkan api,” ujar Insanul Rijal, Sabtu (31/10/2026).

Ketiadaan armada dan petugas pemadam kebakaran di lapangan saat kejadian berlangsung memicu kekecewaan mendalam bagi warga.

Berdasarkan informasi di lapangan bencana tersebut sama sekali tidak bisa diteruskan ke posko Damkar secara cepat akibat masalah lama yang tak kunjung tuntas, buruknya infrastruktur jalan dan keterbatasan jaringan komunikasi (blank spot).

Kendala sinyal yang timbul tenggelam dan akses jalan menuju lokasi yang rusak parah membuat warga Jorong Palangkitangan seolah terisolasi di tengah ancaman maut tanpa bisa memanggil bantuan kedaruratan dari pemerintah daerah.

Kondisi ini memicu gelombang kritik dari berbagai elemen masyarakat mengenai komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) Lima Puluh Kota dalam pemerataan pembangunan. Penyediaan jaringan komunikasi dan jalan yang layak dinilai sebagai hak dasar masyarakat yang berkaitan langsung dengan keselamatan jiwa, terutama saat terjadi bencana.

Masyarakat mendesak Bupati H Safni, jajaran Pemda Lima Puluh Kota, serta Dinas Damkar untuk tidak lagi berlindung di balik alasan “lokasi jauh”.

Publik menuntut aksi nyata berupa perbaikan jalan dan penguatan sinyal di daerah pinggiran agar kendala evakuasi yang mengancam keselamatan jiwa ini tidak terus berulang di masa depan.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Damkar Kabupaten 50 Kota, Fidria Pala, mengatakan, “Saya sudah menanyakan ke regu yang tugas tadi malam, tidak ada laporan yang disampaikan ke regu pemadam yang di Suliki.” (Agus Suprianto).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *