Limapuluh Kota, Balaiwartawan.com – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kabupaten Limapuluh Kota menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) periode 2023–2028, setelah pelaksanaan Kongres Nasional IBI Ke-XVII (31 Oktober–5 November 2023 di Jakarta) dan Musyawarah Daerah IBI Ke-X (20–21 Desember 2024 di Padang). Acara yang digelar di Aula Kantor Bupati Limapuluh Kota bertujuan menetapkan program kerja, kebijakan organisasi, serta memilih kepengurusan baru.
Dalam Muscab tersebut, Wilda Reflita kembali dipercaya menjabat sebagai ketua IBI untuk masa jabatan lima tahun ke depan, berkat kinerja yang baik pada periode sebelumnya.
Wilda Reflita, S.ST, M.M, dalam sambutannya menyampaikan bahwa organisasi ini memiliki 17 ranting yang tersebar di 22 puskesmas, rumah sakit, kantor pemerintah, dan praktik mandiri bidan. Total anggota mencapai 639 orang, terdiri dari 431 Anggota Satuan Kerja Aparatur Negara (ASN) dan 207 non-ASN. Beberapa anggota juga sedang menempuh pendidikan profesi.
Wilda mengucapkan terima kasih kepada Bupati Limapuluh Kota, H. Safni Sikumbang, dan Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha, atas penghargaan dan dukungannya. Terutama dalam pengangkatan beberapa bidan menjadi pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Pengabdian Kepada Negara (PPPK) serta dukungan pendidikan berkelanjutan melalui Perjanjian Kerjasama (MoU) Pemerintah Kabupaten (Pemda) dengan Universitas Prima Nusantara dan Universitas Fort de Kock Bukittinggi. Ia juga berharap bidan yang belum terakomodasi tahun ini dapat diterima pada tahun mendatang.
“Alhamdulillah, IBI sudah memiliki gedung sendiri di Jorong Pulutan Center 3, Nagari Koto Tua, Kecamatan Harau, meskipun sekretariat masih beroperasi di lingkungan Dinas Kesehatan,” ujar Wilda pada Sabtu (20/12/2025). Ia menambahkan bahwa bidan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan tingkat dasar menghadapi tantangan kompleks, seperti penurunan angka kematian ibu dan bayi serta adaptasi terhadap kebijakan kesehatan yang terus berkembang.
Wilda juga menguraikan capaian pengurusan periode 2018–2023, termasuk partisipasi dalam percepatan imunisasi COVID-19, pencapaian status Open Defecation Free (ODF), dan pelayanan Keluarga Berencana (KB). Capaian tersebut diharapkan menjadi landasan penyusunan program yang lebih inovatif ke depan.
Dalam pembukaan Muscab, Bupati Safni menegaskan peran strategis bidan dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Ia menilai Muscab sebagai wadah penting untuk evaluasi dan perumusan program kerja, serta mengharapkan terpilihnya kepengurusan yang amanah dan profesional.
“Pemda sangat menghargai kerja sama dengan IBI sebagai mitra strategis dalam mendukung program kesehatan prioritas, seperti penurunan stunting dan penguatan pelayanan kesehatan dasar. Saya mendorong bidan untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme,” tegas Bupati Safni.
(Agus Suprianto)






