Payakumbuh, Balaiwartawan.com – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Wilayah Payakumbuh dan Limapuluh Kota atau yang dikenal dengan sebutan Paliko, sukses menggelar Musyawarah Besar (Mubes). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat konsolidasi sekaligus mempererat persatuan di kalangan mahasiswa di kedua wilayah tersebut.
Acara yang berlangsung khidmat namun penuh semangat ini dilaksanakan di Aula Lantai 2 Kampus Sekolah Tinggi Teknologi Payakumbuh (STTP), pada Kamis, 14 Mei 2026. Pertemuan penting ini dihadiri oleh perwakilan dari enam perguruan tinggi yang tergabung sebagai anggota tetap aliansi, yaitu BEM Politeknik Negeri Pertanian Payakumbuh (Politani/PPNP), BEM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB), BEM Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP), BEM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT), BEM STTP, serta BEM Institut Dakwah dan Al-Qur’an (IDAQU).
Dimulai tepat pukul 09.00 WIB, musyawarah ini berjalan sebagai wadah diskusi yang produktif dan konstruktif bagi para pemimpin mahasiswa. Forum ini dibentuk dengan visi utama menciptakan sinergitas gerakan yang kuat, sekaligus mempererat tali silaturahmi dan kerja sama antar-pengurus BEM di seluruh wilayah Payakumbuh dan Limapuluh Kota.
Selama kegiatan berlangsung, sejumlah agenda strategis dibahas secara mendalam, kritis, dan menghasilkan kesepakatan bersama. Setelah melalui serangkaian pembahasan yang matang dan menyeluruh, seluruh rangkaian kegiatan resmi berakhir pada pukul 18.00 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan lancar dari awal hingga penutupan. Sebagai musyawarah perdana di pertengahan tahun 2026, kegiatan ini dinilai berjalan sangat sukses sesuai dengan harapan bersama.
Arif Al Hakim, Ketua BEM Politeknik Negeri Pertanian Payakumbuh yang juga ditunjuk sebagai Koordinator Wilayah Kabupaten Limapuluh Kota, menegaskan komitmen kuat pihaknya untuk terus mengawal jalannya pemerintahan agar benar-benar berpihak dan bekerja untuk kepentingan rakyat banyak.
“Meskipun Limapuluh Kota bukanlah tempat saya dilahirkan dan tumbuh besar, namun harga diri dan tanggung jawab saya selaku mahasiswa mendorong kami untuk selalu menyuarakan aspirasi masyarakat di sini. Mulai dari upaya melestarikan sosial budaya, penanganan masalah tambang ilegal yang meresahkan, hingga pengawasan ketat terhadap setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah daerah,” tegas Arif
Lebih lanjut ia berharap, momentum ini menjadi titik awal lahirnya kolaborasi nyata dan berkelanjutan antar-mahasiswa se-Paliko. Ke depannya, aliansi ini diharapkan mampu berperan aktif, kritis, dan konstruktif dalam mengawal serta menyikapi berbagai isu strategis dan masalah yang berkembang di daerah, demi kemajuan bersama.
(Agus Suprianto).












