PALUPUH AGAM, Balaiwartawan.com— Program Makan Bergizi Gratis hari ini resmi berganti nama di lapangan: Makanan Beracun Gratis.
BPOM Payakumbuh sudah mengonfirmasi. Bakteri _Bacillus cereus_ ditemukan di tahu dan cabai. Jumlahnya melebihi batas. Artinya sejak awal itu bukan makanan, itu biang penyakit.
344 orang. Anak sekolah. Warga. Tumbang bukan karena kemiskinan, tapi karena piring yang disodorkan negara.
Ini bukan musibah. Ini kelalaian sistemik.
Masak asal jadi. Distribusi telat. Pengawasan nihil. Yang disalahkan nanti pasti “oknum”. Padahal polanya jelas: kejar target, abaikan SOP.
Jika negara tidak sanggup menjamin 1 piring aman, jangan paksa 80 juta anak makan.
Tarik semua MBG di Sumbar. Audit semua dapur. Pecat yang main-main.
Karena “bergizi” tanpa “aman” itu namanya percobaan pembunuhan massal secara perlahan.
Mereka bilang ini “Makan Bergizi Gratis”.
Yang datang: “Muntah, Diare, dan Infus Gratis”.
344 warga Agam keracunan.
Penyebabnya? Bakteri _Bacillus cereus_ di tahu dan cabai MBG. Hasil lab BPOM: MELEBIHI BATAS AMAN.
Jadi ini bukan salah anaknya yang “perutnya lemah”.
Ini salah sistem yang kasih makan basi.
Bayangin. Program milyaran. Tapi gagal di hal paling dasar: masak sampai matang dan jangan didiamkan kelamaan.
*#MBG #KeracunanAgam #BacillusCereus*








