JAKARTA, Balaiwartawan.com – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Cinta Prabowo (DPP GCP), H. Kurniawan, memberikan klarifikasi resmi menanggapi publikasi akun Facebook Media Tempo terkait dinamika pergerakan relawan nasional.
Langkah tegas ini diambil guna meluruskan persepsi publik dan mencegah berkembangnya spekulasi politik liar di ruang siber.
Sebelumnya, unggahan Media Tempo memicu perhatian luas netizen karena menarasikan bahwa H. Kurniawan selaku pihak yang mengadukan dugaan pelanggaran hukum Budi Arie ke kepolisian, mengaku mendapat tawaran posisi strategis untuk memimpin sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Unggahan tersebut langsung memicu respons masif berupa ratusan tanda suka, puluhan komentar, dan dibagikan ulang secara luas di media sosial.
Merespons hal tersebut, H. Kurniawan mengapresiasi perhatian serta ruang pemberitaan yang diberikan oleh media nasional. Namun, demi tegaknya akurasi informasi dan menjaga marwah gerakan moral organisasi, ia menegaskan posisi dan garis perjuangannya secara tertulis.
“Bahwasanya saya sangat berterima kasih atas apa yang dituliskan oleh rekan-rekan Media Tempo. Namun, perlu saya tegaskan kembali kepada seluruh masyarakat Indonesia, bahwa saya, H. Kurniawan selaku Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo, akan selalu konsisten pada janji awal kami, terus mengawal program kerja Bapak Presiden Prabowo Subianto dari awal sampai akhir tanpa pamrih,” tegas H. Kurniawan, Minggu (20/9/26).
Tokoh relawan nasional ini menegaskan esensi dari sebuah loyalitas gerakan. Ia menyatakan secara lugas tidak pernah berpikir atau mengharapkan jabatan maupun fasilitas kekuasaan tertentu sebagai imbal balik dari pergerakan taktis yang dilakukan oleh GCP.
Bagi GCP, integritas dalam mengawal visi besar Kabinet Merah Putih terutama program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga penegakan supremasi hukum, akan jauh lebih kuat dan objektif jika dilakukan dari luar sistem formal pemerintahan.
“Kalaupun ada penawaran posisi jabatan, saya secara pribadi memilih dan menetapkan hati untuk tetap berada di luar struktur pemerintahan. Saya memilih bergerak sebagai relawan murni demi menjaga kemandirian, fungsi kontrol, serta objektivitas gerakan dalam mendukung kesuksesan program kerja Bapak Presiden Prabowo,” ujarnya
Klarifikasi ini sekaligus menjadi edukasi politik bagi seluruh elemen masyarakat dan simpatisan di daerah. GCP(Gerakan Cinta Prabowo) membuktikan bahwa langkah hukum melaporkan indikasi kegaduhan politik ke Bareskrim Polri murni didasari atas tanggung jawab moral untuk menjaga marwah kepresidenan, bukan sebagai alat posisi tawar (bargaining) untuk memburu jabatan di perusahaan negara.
Melalui pernyataan resmi ini, DPP GCP mengimbau seluruh jajaran pengurus daerah dan masyarakat Indonesia untuk tidak terdistraksi oleh isu-isu struktural, serta tetap merapatkan barisan di bawah satu komando yang solid dan berintegritas.
Sikap tegas Ketua Umum GCP ini sepenuhnya didukung oleh Ketua DPD GCP Sumatra Barat, Asnawi Yakarim. Ia memuji ketegasan sikap Ketum tersebut dalam meluruskan pemberitaan yang berkembang di tengah Publik.
“Kami selaku pengurus DPD GCP Sumatra Barat menyatakan sikap tegak lurus mendukung penuh Ketum H. Kurniawan, serta berkomitmen untuk senantiasa menjaga integritas organisasi. Organisasi ini terbentuk murni karena kecintaan kami kepada Presiden Prabowo Subianto,” ujar Asnawi Yakarim. (Agus Suprianto)










