Limapuluh Kota, Balaiwartawan.com – Langkah pengadaan mobil dinas baru jenis Toyota Camry untuk Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Doni Ikhlas, memicu beragam tanggapan dari sejumlah tokoh masyarakat dan pejabat nagari. Pengadaan kendaraan mewah ini dinilai kurang selaras dengan kondisi keuangan daerah yang saat ini tengah mengedepankan efisiensi.
Wali Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, menyatakan keprihatinannya terkait informasi tersebut. Meski demikian, ia tetap berhati-hati menanggapi dasar pengambilan keputusan itu.
“Jika informasi itu benar, tentu kita cukup bersedih. Namun, kita tidak mengetahui secara pasti apakah ada pertimbangan khusus atau kebutuhan mendesak yang mendasari pembelian mobil dinas tersebut,” ujarnya pada Jumat, (17/4/26).
Senada dengan itu, mantan birokrat sekaligus tokoh masyarakat Kecamatan Gunung Omeh, Desri Imam Mudo, memberikan kritik yang lebih lugas dan tegas. Ia berpendapat momentum pembelian kendaraan baru ini sangat tidak tepat di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sulit.
“Seharusnya rencana tersebut ditunda saja. Saat ini bukan waktu yang tepat untuk memamerkan kemewahan, apalagi kondisi keuangan daerah sedang serba terbatas. Alangkah baiknya mengoptimalkan kendaraan yang ada dulu. Kalau nanti ekonomi daerah sudah membaik, baru beli,” tegas Desri.
Kritik pedas juga muncul dari salah satu Wali Nagari di Kecamatan Bukit Barisan. Ia menyayangkan skala prioritas anggaran yang dianggap terbalik dan kurang menyentuh kepentingan publik.
“Di tengah keterbatasan anggaran ini, sangat disayangkan uang daerah dialokasikan untuk mobil baru padahal kendaraan lama masih layak pakai. Seharusnya anggaran sebesar itu dipakai untuk perbaikan jalan atau irigasi yang jauh lebih mendesak dan dibutuhkan warga,” ungkapnya.
Di sisi lain, publik menantikan tanggapan dari Yogi Nofrizal, tokoh perantau asal Limapuluh Kota di Jakarta yang dikenal sangat vokal dan kritis. Namun, saat awak media mencoba meminta konfirmasi melalui pesan singkat, pria yang aktif di berbagai organisasi ini hanya membaca pesan tersebut tanpa memberikan jawaban apa pun.
Sikap diam ini tentu menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat. Pasalnya, sosok Yogi dikenal sering menjadi sorotan dan sangat lantang mengkritisi berbagai persoalan, bahkan hingga persoalan pribadi sekalipun. Namun di saat rakyat menjerit soal kemewahan pejabat, suaranya justru hilang ditelan kesunyian.
Hingga berita ini diturunkan, Ketua DPRD Limapuluh Kota juga belum memberikan keterangan resmi terkait alasan teknis dan urgensi di balik pembelian mobil dinas baru tersebut.
Agus Suprianto






