Limapuluh Kota, Balaiwartawan.com – Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota merespons positif aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh di halaman Kantor Bupati, Kamis (7/5/2026).
Pihak pemerintah daerah menegaskan bahwa poin-poin tuntutan mahasiswa sebenarnya telah masuk dalam agenda prioritas pembangunan yang sedang berjalan.Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Antoni, menjelaskan bahwa langkah perbaikan sarana sekolah di wilayah pelosok, baik terkait kerusakan bangunan maupun akses internet, sudah dimulai jauh sebelum aksi berlangsung. Tak hanya fisik, pihaknya juga tengah mencari solusi bagi tenaga pendidik.
“Termasuk mengenai guru honorer, baik yang lulus P3K paruh waktu maupun yang belum namun masih terdaftar di Dapodik, kami pastikan sedang dicarikan solusi terbaiknya,” tegas Antoni.
Antoni menambahkan, Bupati Lima Puluh Kota telah menginstruksikan pendataan menyeluruh terhadap sekolah yang tidak layak.
“Instruksi Bupati jelas segera renovasi. Saat ini, fokus utama adalah perbaikan SMP di Kapur IX dan penyediaan internet di Nagari Galugua,” ujarnya.
Mengenai keluhan akses jalan menuju sekolah, Antoni menyebut Bupati H. Safni juga telah mengarahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
“Karena urusan jalan merupakan wewenang teknis Dinas PUPR, Bupati mungkin sudah menginstruksikan Kadis terkait untuk segera menindaklanjutinya di lapangan,” ucap Antoni.
Sementara itu, Bupati H. Safni saat ini sedang berada di luar daerah dalam rangka melobi kementerian guna mempercepat pembangunan daerah. Salah satu hasil nyata dari upaya tersebut adalah rencana pembangunan menara pemancar sinyal (tower) di Nagari Galugua, Kecamatan Kapur IX, yang selama ini menjadi wilayah blank spot.
Bupati Safni menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir langsung menemui mahasiswa. Namun, ia menekankan bahwa pemerintah daerah sangat terbuka terhadap kritik dan masukan.
“Ke depan, kami ingin komunikasi dengan adik-adik mahasiswa semakin erat. Kami berencana mengagendakan dialog terbuka agar ide-ide segar mahasiswa dapat kita wujudkan bersama,” ujar Bupati Safni.
Mengingat potensi besar sektor pertanian di Lima Puluh Kota, Bupati juga melihat peluang strategis untuk berkolaborasi dengan pihak kampus.
“Lima Puluh Kota adalah daerah agraris. Kami berencana menjajaki kerja sama (MoU) dengan Politani Payakumbuh, terutama dalam inovasi pembibitan dan teknologi pertanian, agar sektor unggulan kita semakin berdaya saing,” jelasnya.
Bupati meyakini dengan semangat kebersamaan dan duduk bersama mencari solusi, setiap permasalahan daerah dapat diselesaikan dengan baik.
Menutup keterangannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Antoni turut mengapresiasi aspirasi mahasiswa. Ia berharap sinergi ini dapat membawa perubahan nyata bagi kualitas pendidikan di Kabupaten Lima Puluh Kota ke arah yang jauh lebih baik. (Agus Suprianto)












