Satu Tahun Jejak Pengabdian Pasangan Sakato

Sarilamak, Balaiwartawan.com — Ketika kabut pagi perlahan terangkat dari lembah-lembah hijau yang mengitari Harau, matahari terbit memancarkan sinarnya di atas bentangan perbukitan Kabupaten Lima Puluh Kota. Cahaya itu tidak hanya menandai pergantian hari, tetapi juga menjadi saksi bisu dari sebuah perjalanan transisional.

Sudah satu tahun berlalu sejak Bupati H. Safni Sikumbang dan Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha, S.H. melangkah bersama memegang kendali kepemimpinan di daerah berjuluk “Aia nyo janiah, ikan nyo jinak, sayak nyo landai”.

Dilantik secara bersejarah oleh Presiden Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, duet kepemimpinan yang populer dengan sebutan ” Sakato” ini mengawali pengabdian mereka dengan sebuah janji besar, membawa Lima Puluh Kota bangkit, menang, dan berkelanjutan.

Kini, memasuki masa refleksi satu tahun roda pemerintahan, apa yang semula merupakan lembaran visi dan misi di atas kertas birokrasi, perlahan terwujud menjadi denyut perubahan yang nyata di tengah masyarakat.

Di tengah badai efisiensi anggaran pusat dan dinamika ekonomi global, pasangan Sakato memilih tidak berpangku tangan. Mereka menolak menjadikan keterbatasan fiskal sebagai alasan untuk mandek berinovasi. Sebaliknya, satu tahun pertama ini mereka manfaatkan sebagai fase krusial untuk meletakkan fondasi pembagunan yang kokoh, terukur, dan sepenuhnya berpijak pada kekuatan akar rumput.

Secara geomorfologis, Kabupaten Lima Puluh Kota dikaruniai struktur topografi yang unik hamparan dataran tinggi, lembah subur, dan dominasi perbukitan yang menantang. Bagi mata yang pesimis, perbukitan adalah sekat pembatas mobilitas.

Namun bagi pasangan Sakato, lansekap alam ini adalah berkah tersembunyi yang menyimpan potensi ekonomi raksasa. Pertanian, peternakan, dan perikanan merupakan tiga sumber utama yang selama ini menyambung napas hidup sebagian besar masyarakat Limapuluh Kota.

Guna mengoptimalkan berkah alam tersebut, pemerintah daerah merumuskan arah besar pembangunan ekonomi melalui konsep Sentral Of Agro.

Kebijakan ini tidak lagi membiarkan petani berjalan sendiri dengan metode konvensional, melainkan mengintervensi sektor agraris dari hulu hingga ke hilir.

Perubahan paling terasa di lapangan adalah akselerasi pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT). Semenjak anggaran pengadaan kendaraan dinas pasangan Sakato tersebut dialihkan untuk membeli dua unit ekskavator, kini banyak jalan tani baru yang berhasil dibuka dan diakses oleh masyarakat.

Sebelumnya, salah satu momok terbesar yang mencekik kesejahteraan petani di setiap nagari adalah tingginya biaya logistik. Akses jalan yang buruk membuat ongkos angkut hasil bumi melambung tinggi, sehingga memotong margin keuntungan yang seharusnya dibawa pulang ke rumah. Melalui perluasan jaringan JUT di era Sakato menggunakan ekskavator gratis ini, jalur-jalur produksi yang dulunya terisolasi kini terbuka lebar. Truk dan kendaraan pengangkut dapat langsung menjangkau area pertanian masyarakat, memotong waktu distribusi, serta menekan biaya transportasi secara signifikan.

Langkah inovatif lainnya lahir melalui modernisasi Irigasi Perpompaan. Pada masa lalu, petani yang menggarap lahan tadah hujan hanya bisa menatap langit dengan cemas kala musim kemarau tiba. Ancaman gagal panen membayangi setiap siklus tanam. Pemerintah daerah menjawab tantangan iklim ini dengan menghadirkan teknologi pompa air strategis yang mengalirkan air dari sumbernya menuju lahan pertanian masyarakat. Intervensi ini memastikan hamparan sawah dan ladang warga tetap mendapat pasokan air yang stabil sepanjang tahun, mewujudkan ketahanan pangan yang tidak lagi sekadar menjadi jargon pelengkap pidato.

Meritokrasi Senyap membangun mesin birokrasi yang responsif, sebuah visi yang megah di sektor infrastruktur tidak akan pernah terwujud tanpa didukung oleh mesin penggerak yang andal. Mesin itu bernama birokrasi. Memahami hal tersebut, pasangan Sakato melakukan reformasi internal yang cukup fundamental namun berjalan dengan senyap di koridor-koridor pemerintahan Kabupaten Lima Puluh Kota.

Manajemen ASN di bawah kepemimpinan H. Safni Sikumbang dan Ahlul Badrito Resha kini berkiblat pada penerapan sistem merit dan manajemen talenta (talent management). Pendekatan lama dalam penataan jabatan yang kerap diwarnai subjektivitas, perlahan digantikan oleh penilaian kompetensi yang objektif dan transparan. Prinsip the right man on the right place benar-benar ditegakkan sebagai standar baku.

Setiap aparatur sipil negara dituntut untuk menunjukkan kapasitas, integritas, dan keselarasan keahlian dengan posisi yang diamanahkan. Ketika kursi-kursi jabatan diisi oleh para profesional yang memiliki kedekatan kompetensi dengan bidang tugasnya, efek dominonya langsung dirasakan oleh masyarakat. Pelayanan administrasi menjadi lebih ringkas, respons terhadap keluhan masyarakat bergerak lebih cepat, dan tata kelola keuangan daerah dapat dipertanggungjawabkan dengan tingkat akuntabilitas yang lebih tinggi.

Menjaga jiwa dan jati diri generasi muda di balik gempuran modernisasi dan pembangunan fisik yang masif, ada kekhawatiran yang mendalam dari para tokoh masyarakat mengenai masa depan karakter generasi muda. Pasangan Sakato sangat menyadari bahwa kemajuan sebuah daerah akan kehilangan maknanya jika masyarakatnya tercerabut dari akar budaya dan nilai-nilai spiritualnya.

Oleh karena itu, di bidang agama dan kebudayaan, pemerintah daerah mengambil langkah bijak dengan melanjutkan sekaligus menyempurnakan program positif dari bupati periode sebelumnya. Program penguatan karakter ini bertransformasi dengan nama baru “Sakato Berjaya”.

Sebagai langkah konkret, gerakan moral dan kultural ini diimplementasikan melalui pilot project yang menyasar 26 sekolah di berbagai kecamatan di Kabupaten Lima Puluh Kota. Di ruang-ruang kelas inilah, masa depan Luak Limopuluah sedang dibentuk. Anak-anak didik tidak hanya ditempa untuk cerdas secara intelektual melalui angka-angka akademis, tetapi juga dibekali dengan pendalaman nilai-nilai keagamaan, penguatan akhlak mulia, serta pemahaman yang kokoh terhadap adat istiadat dan kelestarian budaya Minangkabau. Melalui program Sakato Berjaya, sekolah bertindak sebagai benteng pertahanan moral untuk memastikan generasi masa depan tumbuh menjadi pribadi yang berwawasan modern namun tetap memegang teguh filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

Merajut asa, melangkah bersama dalam keberlanjutan satu tahun perjalanan ini tentu belum menjadi titik akhir dari sebuah pengabdian. Dinamika pembangunan daerah masih akan terus diuji oleh keterbatasan waktu dan anggaran. Namun, fondasi-fondasi kebijakan jangka panjang (sustainability) telah berhasil diletakkan pada jalur yang tepat oleh pasangan Sakato.

Hubungan yang tetap harmonis, mesra, dan solid antara Bupati H. Safni Sikumbang dan Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha selama setahun ini menjadi modal politik dan sosial yang sangat mahal bagi stabilitas jalannya roda pemerintahan. Sinergi kepemimpinan yang kompak ini menularkan energi positif ke seluruh jajaran kedinasan untuk terus bekerja maksimal demi kepentingan masyarakat luas.

“Satu tahun ini baru sebuah permulaan dari ikhtiar panjang kita semua. Langkah nyata yang telah kita semai bersama di tanah pertanian, di ruang birokrasi, dan di bangku sekolah tidak boleh berhenti di sini, Ujar Ahlul Badrito Resha

Ini adalah sebuah perjalanan mendaki yang menuntut ketahanan dan kerja keras. Kami tidak bisa berjalan sendiri. Kabupaten Lima Puluh Kota yang makmur, adil, berkeadilan, dan sejahtera hanya akan terwujud jika seluruh elemen masyarakat mulai dari niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, hingga generasi muda melangkah bersama dalam semangat gotong royong yang kokoh,” tutup Wabup. (24/9/26)

Dari pembenahan jalur-jalur logistik di lereng bukit hingga penanaman nilai karakter di sanubari anak-anak nagari, satu tahun kepemimpinan Sakato telah membuktikan satu hal, bahwa dengan ketulusan visi dan kesatuan langkah, keterbatasan bukanlah akhir dari cerita, melainkan awal dari sebuah babak baru kemajuan di Luak Limopuluah. (Agus Suprianto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *