AGAM, Balaiwartawan.com— Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda tiga (3) Provinsi, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat pada akhir November 2025 lalu.
Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumatera tidak hanya merenggut ribuan nyawa, tetapi juga meluluhlantakkan insfratruktur, perekonomian, pendidikan, dan kehidupan sosial.
Sekarang, sudah beberapa bulan bencana berlalu, masyarakat Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, khususnya di Kecamatan Palupuh sudah beransur pulih, dan mulai menatap masa depan di tengah perjuangan yang sangat sulit.
Masyarakat Jorong Lurah Dalam, Kenagarian Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh berharap infratruktur yang rusak parah pasca dijerjang bencana segera di perbaiki Pemkab Agam.
Sudah hampir satu dekade masyarakat Jorong Lurah Dalam, menunggu perbaikan jalan menuju kampung mereka. Meski kepemimpinan di Kabupaten Agam sudah berganti hingga tiga periode bupati, kondisi jalan tetap belum tersentuh pengaspalan.
Bayu Ramadhan, jurnalis independen asal Payakumbuh yang juga putra daera, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi jalan tersebut. Menurutnya, jalan layak merupakan hak dasar masyarakat yang seharusnya menjadi prioritas pembangunan.
“Sudah tiga periode bupati berganti, tapi jalan Lurah Dalam masih belum mendapat perhatian. Ditambah, pasca bencana banjir dan longsor pada November 2025 lalu jalan ke kampung kami bertambah rusak parah. Padahal jalan ini sangat vital bagi warga, baik akses sekolah, bekerja maupun aktivitas ekonomi,” ujar Bayu, Selasa (3/2/26).
Ia menegaskan, aspirasi masyarakat sudah sering disampaikan, baik melalui media maupun forum warga. “Masyarakat sudah lama menunggu janji perbaikan jalan ini. Harapan kami pemerintah daerah segera menindaklanjutinya agar warga bisa menikmati akses yang lebih baik,” tambahnya.
Bayu juga menyampaikan bahwa masyarakat tidak menuntut sesuatu yang berlebihan. “Kami hanya meminta hak dasar yang memang seharusnya dipenuhi pemerintah. Pajak sudah kami tunaikan, tentu masyarakat juga berharap layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur jalan bisa diberikan,” jelasnya.
Ia optimis Bupati Benni Warlis, dengan pengalaman birokrasi yang panjang dan rekam jejak prestasi sebagai ASN, bisa memberikan perhatian lebih pada persoalan infrastruktur di kampung tersebut. “Kami yakin pemerintah daerah bisa mendengar suara masyarakat, dan kami berharap segera ada tindak nyata,” tutup Bayu. (BW)












