Tanpa Diminta Saya Perjuangkan, Siska Alirkan Harapan untuk Petani Koto Baru Simalanggang

Limapuluh Kota, Balaiwartawan.com – Di tengah ancaman cuaca ekstrem dan sulitnya akses pengairan yang selama ini menghantui produktivitas lahan di Jorong Koto Baru Simalanggang, sebuah kepedulian nyata hadir membawa kesejukan bagi hati para petani.

Siska, Anggota DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan terpilih, kembali turun menyapa konstituennya pada Kamis (15/1). Didampingi Sekretaris DPC, Dt. Joni, kehadiran Siska bukan sekadar kunjungan formalitas, melainkan pembuktian dedikasi seorang wakil rakyat yang tak pernah melupakan akar rumputnya. Ia datang membawa “napas baru” berupa bantuan mesin pompa air yang telah lama dinantikan warga.

Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Anggota Bamus Nagari Koto Baru Simalanggang, Feri Sinofil, bersama puluhan pengurus kelompok tani. Suasana kekeluargaan terasa begitu kental saat serah terima bantuan dilakukan untuk dua kelompok tani, yakni Kelompok Tani Setia Usaha dan Kelompok Tani Kokobun.

Amir Salim, Ketua Kelompok Tani Kokobun, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas bantuan tersebut. Baginya, mesin ini adalah jawaban atas doa-doa para petani yang selama ini kesulitan mengalirkan air ke petak-petak sawah mereka akibat kendala teknis.

Rasa syukur serupa diungkapkan oleh Jasril Caniago, Ketua Kelompok Tani Setia Usaha. Ia menyebut bantuan ini sebagai modal utama untuk menyambung hidup keluarga petani di tengah ketidakpastian iklim.

“Musim lalu, banyak sawah kami yang kering kerontang. Bantuan ini adalah penyelamat bagi kami untuk kedepannya” ujar Jasril.

Siska memahami betul bahwa kedaulatan pangan sejatinya bermula dari kesejahteraan petani kecil. Dalam momen penuh kebersamaan, sambil duduk bersila menikmati makan siang bajamba, Siska menyampaikan komitmennya di hadapan warga.

“Bagi saya, jabatan ini adalah amanah. Nagari Koto Baru Simalanggang memiliki andil besar dalam perjalanan saya, sehingga tanpa diminta pun, saya sudah memikirkan bagaimana aspirasi bapak dan ibu petani bisa saya perjuangkan ke depannya,” tegas Siska 

Melihat senyum syukur para petani saat menerima bantuan adalah kepuasan batin yang tidak ternilai harganya. Aksi nyata ini menjadi pengingat bahwa di tengah hiruk-pikuk politik, ketulusan hati untuk membangun daerah tetap menjadi prioritas utama.

Dari Koto Baru Simalanggang, sebuah pesan tersampaikan bahwa selama ada kepedulian, harapan untuk masa depan pertanian yang lebih baik akan selalu mengalir, sederas air yang kelak dipompa menuju lahan-lahan persawahan mereka. (Agus Suprianto).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *