Limapuluh Kota Balaiwartawan.com – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam keluarga besar Politeknik Negeri Payakumbuh menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Limapuluh Kota, Kamis (7/5/2026). Aksi ini diselenggarakan sebagai bentuk keprihatinan dan kepedulian terhadap kondisi dunia pendidikan di wilayah Kabupaten 50 Kota yang dinilai masih banyak membutuhkan perbaikan.

Melalui orasi yang disampaikan, para mahasiswa menyampaikan tujuh poin tuntutan utama yang ditujukan kepada Pemerintah Daerah, yaitu:
1. Mendesak pemerintah daerah segera melakukan pendataan menyeluruh dan perbaikan terhadap akses jalan menuju sekolah-sekolah yang kondisinya tidak layak, dengan batas waktu penyelesaian selama enam bulan.
2. Melakukan evaluasi mendalam terkait ketersediaan dan kualitas jaringan internet serta sarana penunjang pembelajaran seperti meja dan kursi, terutama di daerah terpencil. Pemerintah juga diminta menjamin kestabilan layanan tersebut dalam jangka waktu enam bulan.
3. Mempercepat pemerataan pasokan dan distribusi listrik ke sekolah-sekolah yang berada di wilayah pelosok.
4. Mengupayakan peningkatan kesejahteraan serta kejelasan status kepegawaian bagi para guru honorer secara adil dan merata.
5. Meminta pemerintah daerah untuk turun langsung ke lapangan guna memeriksa kondisi riil dan melakukan perbaikan terhadap infrastruktur serta fasilitas yang mendukung proses belajar mengajar.
6. Memberikan perhatian dan prioritas khusus bagi sekolah-sekolah yang berada di wilayah tertinggal atau sulit dijangkau.
7. Menegaskan bahwa jika seluruh poin tuntutan di atas tidak direalisasikan dengan baik, maka Kepala Daerah diminta bersedia mengundurkan diri dari jabatannya.
Menanggapi aspirasi dan tuntutan tersebut, Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha menyampaikan tanggapan serius dan komitmennya di hadapan para mahasiswa. Ia menegaskan kesiapannya untuk mengawal dan memastikan hal-hal yang diminta dapat segera diproses.
“Apabila tuntutan-tuntutan ini tidak ditindaklanjuti dan tidak ada hasil nyata dari pemerintah daerah, maka saya secara pribadi siap mengundurkan diri dari jabatan Wakil Bupati yang saya emban,” tegas Ahlul di hadapan mahasiswa.
Sementara itu, Presiden Mahasiswa Politeknik Negeri Payakumbuh, Arif Al-Hakim, menyambut baik pernyataan tegas dan kesediaan Wakil Bupati untuk menandatangani kesepakatan tersebut di atas meterai. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau dan mengawal pelaksanaan janji tersebut sampai benar-benar terlaksana.
“Kami memegang teguh ucapan dan janji tertulis Pak Wakil Bupati. Jika dalam batas waktu yang telah disepakati tidak ada tindak lanjut yang nyata dan terukur, kami akan kembali datang dengan jumlah massa yang jauh lebih besar untuk menuntut janji tersebut dipenuhi, termasuk pelaksanaan kesepakatan mengenai mundurnya Kepala Daerah,” pungkas Arif mengakhiri orasinya.
( Agus Suprianto)







