DHC Mulai Gebrakan di HUT Kab 50 Kota ke-185 Tahun, Usulkan Dokumentasi Sejarah dan Jalan Tembus Jalur PDRI

Limapuluh Kota, Balaiwartawan.com – Dewan Harian Cabang (DHC) 50 Kota langsung menunjukkan langkah nyata. Dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten 50 Kota yang ke-185, organisasi ini meluncurkan sejumlah program strategis sekaligus memberikan usulan penting bagi pembangunan daerah.

Ketua DHC 50 Kota, Ir. S.I. PRIBADI, Dt. Junjuang Basa, menyatakan komitmennya untuk berkoordinasi secara intensif dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) serta Dinas Pendidikan. Kolaborasi ini juga akan melibatkan seluruh Camat di lingkungan Kabupaten 50 Kota untuk mengumpulkan dan memvalidasi data terkait sejarah di wilayah masing-masing.

Sebagai informasi, DHC merupakan cabang dari Dewan Harian Nasional (DHN) 45 yang diresmikan pada 17 Agustus 1966. Organisasi ini lahir sebagai respons terhadap perubahan politik dan sosial yang terjadi pada masa itu, dengan tujuan utama melestarikan semangat perjuangan 1945 serta menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda.

Salah satu fokus utama kerja DHC saat ini adalah upaya mengangkat dan mendokumentasikan sejarah perjuangan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang ada di wilayah Kabupaten 50 Kota agar tidak hilang ditelan zaman.

Selain bidang sejarah dan pendidikan, DHC juga memberikan usulan pembangunan infrastruktur yang strategis. Pihaknya mendukung penuh rencana pembukaan jalan tembus yang menghubungkan Koto Tinggi 50 Kota  menuju Pasaman dan Palupuh.

Pentingnya jalur ini bukan hanya untuk konektivitas ekonomi, melainkan karena rute tersebut merupakan bagian dari jalur sejarah perjuangan PDRI yang pusat komandonya berada di Koto Tinggi.

“Seandainya jalan tembus ini terealisasi, baru nampak betapa besarnya balas jasa pemerintah pusat kepada daerah yang pernah menjadi basis perjuangan bangsa,” ungkap Dt. Junjuang Basa, Sarilamak, Senin, (13/4/2026).

Menanggapi usulan tersebut, Bupati 50 Kota, H. Safni, memberikan respon sangat positif. Ia menilai gagasan ini penting baik dari sisi pelestarian sejarah maupun kemajuan pembangunan.

Bupati H. Safni menyatakan akan segera melakukan koordinasi yang lebih serius dan intensif. Pemerintah Kabupaten 50 Kota akan berdiskusi bersama Bupati Pasaman dan Bupati Agam untuk mewujudkan konektivitas yang menghubungkan kawasan bersejarah tersebut.

Dengan adanya sinergi ini, diharapkan nilai sejarah Kabupaten 50 Kota sebagai bagian tak terpisahkan dari perjuangan kemerdekaan Indonesia dapat semakin terjaga dan dikenal luas oleh generasi mendatang.( Agus Suprianto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *