Jembatan Bantuan TNI AD di Limapuluh Kota Ambruk – Ketua DPRD Diam, LSM GIB Minta Bupati Beri Bantuan Ke Korban

Limapuluh Kota, Balaiwartawan.com – Jembatan bantuan TNI Angkatan Darat (TNI AD) yang tengah dibangun di kawasan Ateh Koto, Tanah Tingkah, Nagari Sungai Rimbang, Kecamatan Suliki, Kabupaten Limapuluh Kota, ambruk pada Sabtu malam (28/3/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

 

Peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba saat proses pengerjaan masih berlangsung. Sejumlah pekerja dan personel TNI yang berada di lokasi tidak sempat menyelamatkan diri, sehingga menyebabkan puluhan orang menjadi korban.

Berdasarkan data sementara yang disampaikan Camat Suliki, Adrian Kato, sebanyak 20 orang mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis. Sebagian besar korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Suliki untuk perawatan lebih lanjut. Sementara itu, satu orang dilaporkan mengalami luka serius dan harus dirujuk ke rumah sakit di Padang guna menjalani perawatan intensif.


Insiden yang berlangsung cepat ini sempat memicu kepanikan warga sekitar. Tim gabungan dari pihak berwenang bersama masyarakat setempat langsung bergerak melakukan evakuasi korban serta mengamankan area kejadian guna mengantisipasi risiko susulan. Hingga saat ini, penyebab pasti ambruknya jembatan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak terkait. Masyarakat pun diimbau untuk menghindari lokasi kejadian dan menggunakan jalur alternatif hingga situasi dinyatakan aman.

Insiden yang memakan korban ini kini menjadi sorotan publik dan menyoroti respons lembaga serta wakil rakyat daerah. Khususnya, masyarakat mempertanyakan sikap Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Limapuluh Kota, Doni Ikhlas, yang hingga saat berita ini diterbitkan belum memberikan tanggapan resmi atau langkah nyata terkait musibah tersebut.

Peristiwa yang menyangkut keselamatan dan nyawa banyak orang ini seharusnya mendapatkan respons cepat dari para wakil rakyat. Meskipun diketahui pembangunan jembatan tersebut tidak menggunakan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (ABPD), fungsi pengawasan dan representasi DPRD tetap diharapkan hadir di tengah masyarakat. Kehadiran anggota dewan dinilai sangat dibutuhkan untuk mendorong penanganan masalah yang komprehensif, mulai dari penanganan korban hingga penyelidikan transparan mengenai penyebab kejadian. Hal ini menjadi semakin penting mengingat wilayah Suliki beserta Gunung Omeh dan Bukit Barisan merupakan Daerah Pemilihan (Dapil) yang diwakili oleh Doni Ikhlas.

Sementara itu, Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Generasi Indonesia Bersih (GIB) Tedy Sutendi, SH., MH., mengajak seluruh pihak terkait untuk segera memberikan dukungan kepada korban. “Kami meminta DPRD dan Bupati segera membezuk para korban, baik masyarakat sipil maupun anggota TNI yang terdampak akibat proyek ini. Pemerintah daerah seharusnya memberikan bantuan atau uang duka kepada para korban dan keluarga mereka, mengingat mereka telah berperan aktif membangun fasilitas umum yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya. (31/3/26).

Tedy menegaskan bahwa sikap acuh tak acuh tidak dapat diterima dalam situasi seperti ini. “Jangan hanya diam dan tidak menunjukkan rasa kepedulian. Semua pihak harus bekerja sama untuk memastikan korban mendapatkan perlindungan dan bantuan yang layak,” tegasnya.

Keluarga besar LSM Generasi Indonesia Bersih (GIB) ikut berduka atas kejadian tersebut yang menimpa anggota TNI AD maupun masyarakat sipil yang membantu pekerjaan pembangunan jembatan. Pihaknya juga mendoakan para korban cepat pulih dan dapat beraktivitas seperti semula. Aamiin.

Publik pun berharap agar Doni Ikhlas maupun anggota DPRD lainnya segera turun tangan, menyikapi secara resmi, dan memberikan respons nyata atas musibah yang menimpa warga Nagari Sungai Rimbang dan personel TNI ini.( Agus Suprianto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *