AGAM, Balaiwartawan.com – Komentar di media sosial berujung laporan polisi. Seorang oknum relawan SPPG Affa Adicitta berinisial SR dilaporkan ke Satreskrim Polresta Bukittinggi atas dugaan penghinaan profesi jurnalis dan pencemaran nama baik.
Laporan itu dibuat oleh Bayu Ramadhan, 28, jurnalis sekaligus warga Kabupaten Agam. Surat Tanda Terima Pengaduan dikeluarkan Polresta Bukittinggi pada Selasa, 5 Agustus 2026.
Menurut pengaduan Bayu, persoalan bermula Kamis, 23 Juli 2026. Ia membuat postingan sekitar pukul 13.00 WIB. Sekitar pukul 23.00 WIB, ia menemukan komentar yang menyasar dirinya.
Dalam surat pengaduan, komentar tersebut ditulis oleh Sdr. SATRIA ROBBIE dan berbunyi:
“ko wartawan bodoh k yel.. itu ka itu miang beritanyo…nyo sabana mintak pitih ko yel tapi ndak pandai caronyo”
Bayu menilai kalimat “wartawan bodoh” merupakan penghinaan terhadap profesi jurnalis. Sementara frasa “mintak pitih” dianggapnya sebagai tudingan yang mencemarkan nama baik.
Ia menjelaskan, komentar SR itu muncul sebagai balasan atas komentar Sdr. YELIWATI AMFAHMI. Komentar SR tersebut juga sempat di-replay oleh Yeliwati. Namun keesokan harinya komentar SR sudah dihapus.
“Pelapor merasa dirugikan dan melaporkan hal ini agar diproses sesuai hukum yang berlaku,” demikian tertulis dalam Surat Tanda Terima Pengaduan.
Hingga berita ini diturunkan, awak media sudah berupaya melakukan komfirmasi kepada SR, Rabu 5/8/26.
“Tasarah bayu lh ba’a menagapi nyo..
Ambo d situ ndk mencamtumkan namo sese orng dh lh..kcuali ambo masabuikn namo situ iyo lh,” ujar SR.
Ambo mntk k bayu jan viral2 j MBG palupuah ko laii lai tau bayu banyak urang asli palupuah yg mangantuangan iduik d MBG ko mah..lagian urng lain ndk mempermslhn MBG ko dh,” tambahnya
Kasus dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik di media sosial umumnya dapat dijerat UU ITE dan/atau KUHP. Namun pasal yang disangkakan belum dicantumkan dalam surat tanda terima.(**)








